Dandelion 1
Aku selalu bertanya pada diriku sendiri
dan tak berani bertanya padamu
mengenai si dandelion…
Mengapa kau tak memilih
si anggun lily putih atau
si romantik rose merah, bahkan bisa juga si mungil jasmine?
Mengapa dandelion begitu istimewa
dan tiada tara?
Mengapa seolah dia
tak tergantikan…
karena Aku mengenal berjuta bunga
dalam keanggunan dan kemolekan mereka,
tapi tak satupun dari mereka
yang membuatku merasa-tak berdaya-
selain si dandelion!
Walau kau sodori aku
setangkai mawar biru
atau bahkan
seikat tulip kuning
Aku merasa menemukan
diriku,
gambaran tentang aku
pada setangkai dandelion…
Tidak bolehkah kumerasa
bahwa dalam jiwaku
hidup si dandelion?
Memang ia begitu kecil,
hingga nyaris tak dihiraukan
Ia juga tidak menyolok,
hingga kadang semua tak menyadari
keberadaannya,
tapi ia ada…,
selalu ada! !
Yah, dandelion dan keberadaannya adalah jiwa dan hidupku
Victoria Dian Ginting
http://www.poemhunter.com/
[ad/burst/default_pop.htm]
|