wahyu prasetya


Penambang Liar

Dipelosok bumi jalan nasib memperkokoh lengan lengan besi, lelaki matahari
Menyeruak ke segenap penjuru angin yang menerpa gugusan tebing waktu
Entah pada ledakan ke berapa tanah mengelupas, lembar lembar bebatuan,
Darah tubuh menghitam, turut menjadi hitam batu bara. Tak ada istirah.
Jejak ini telah kami tandai sebagai kehidupan untuk hari ini sampai habis
Menemukan jilatan api perkasa dari tubuh tubuh alam yang menjulang,
Di angkasa bar

[Report Error]