Refa Kris


Nocturnal Serenade In Ursa Minor - Poem by Refa Kris

[Malam ini dingin sekali ya sayang
Apakah kita sudah benar-benar ada di utara? ]

............

Sudah berapa jauh kita berjalan?
Sudah berapa lama sejak kita meninggalkan sauh?

Aku dehidrasi sayang
Apakah kamu tidak?
Mengapa bibirmu tetap basah
Minum apa kamu tadi siang?

Seingatku,
Tadi siang kamu hanya membaca buku
Buku apa itu tadi?
Kelihatan sangat tebal

Ah, masa bodoh
Kita istirahat sebentar sayang
Kita bersandar sejenak pada batu itu
Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan

Baiklah sayangku
Aku akan menyanyikan sebuah lagu
untukmu
mumpung sedang padang wulan

Dengan kuda betina dari pada kereta-kereta firaun
kuumpamakan engkau, manisku
Moleklah pipimu ditengah perhiasan-perhiasan
dan lehermu ditengah kalung-kalung
Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar
di kebun anggur En-Gedi
Lihatlah, cantik engkau, manisku
sungguh cantik engkau
bagaikan merpati matamu.
(K.A)

Ah, marilah kita lanjutkan perjalanan
Tuntunlah aku
Aku nggak bawa kompas
Aku sering tersesat

dan, antarkanlah aku kepada terang
yang selalu kamu ceritakan padaku
saat dulu kita sedang berjalan
di telapak malam

........

[Malam ini dingin sekali ya sayang
Apakah kita sudah benar-benar ada di utara? ]


Comments about Nocturnal Serenade In Ursa Minor by Refa Kris

There is no comment submitted by members..



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?



Poem Submitted: Wednesday, May 21, 2014



[Hata Bildir]