Imam Setiaji Ronoatmojo

Rookie - 10 Points (1 July 1960 / Cilacap (Indonesia))

Tubuhmu Adalah Petaku (Indonesian)


lumatlah lagi cintaku...
lumatlah lagi asmara wuyungku
o perjalanan luka
sebongkah daging dan pisau
tenggelam aku di dalamnya, sayang
(dan) laut yang memanggil-manggil
pada kematianku
mungkin kematian yang akan membunuhku lagi
(dan) aku 'kan dihidupkan lagi
olehmu, tubuhmu sebagai petaku
... peta dunia tidak lagi jadi perhatianku...
akulah ibukota tertua dari kesedihan...
dan lukaku fir'aun mengukir deritaku....
meluas seperti tumpahan minyak dari Beirut...
ke negri Cina...
deritaku..rombongan kafilah...dikirim oleh
'A Chaam'.. ke negri Cina..
di abad ketujuh kelahiran..
dan burung yang tersesat di mulut naga...
hatiku... 'naysani'
o pasir di laut, dan hutan zaitun
o rasa salju, dan rasa api...
rasa kafirku, dan di dalamnya
aku takut pada ketidaktahuan,
(maka) dekaplah aku,
aku takut pada kegelapan,
(maka) peluklah aku
aku menggigil kedinginan,
(maka) selimutilah tubuhku
kisahkan dongengan bocah
istirahatlah di sampingku
bernyanyilah untukku..
semenjak dari penciptaannya
aku telah cari tanah air bagi
dahiku..
geraian rambut perempuan...
yang menulisiku di dinding..
lalu menghapusku..
untuk sebuah cinta perempuan..
yang mengantarku ke tepi matahari..
lalu melemparkanku..
dari bibir seorang perempuan..
yang membuat aku
seperti debu dari bubuk emas
terangilah hidupku,
duhai lentera jiwaku,
ungkapan dari kebun (kata-kata) ku,
jembatan penghubung dengan aroma jeruk,
tempatkanlah bagai sebuah sisir gading...
di gelapnya rambutmu..
lalu lupakanlah!
akulah tetes air...mendua
tersisa pada buku catatan
bulan Oktober
cintamu menghancurkanku..
bagai kuda gila dari Caucasus
(yang) melemparkanku ke bawah
kukunya,
dan berkumur dengan air mataku..
membuatku tambah marah..
membuatku jadi tambah gila
dan demi perempuanku,
kau hapus akte kelahiranku,
dan potong semua urat nadiku!

Submitted: Tuesday, July 16, 2013
Edited: Wednesday, July 17, 2013

Form:


Do you like this poem?
0 person liked.
0 person did not like.

Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?

Poet's Notes about The Poem

Nizar Qabbani is the well-known Syrian Poet

-

By NIZAR QABBANI
Translated by I.S. AJI RONOATMOJO

Comments about this poem (Tubuhmu Adalah Petaku (Indonesian) by Imam Setiaji Ronoatmojo )

Enter the verification code :

There is no comment submitted by members..

Trending Poets

Trending Poems

  1. Still I Rise, Maya Angelou
  2. The Road Not Taken, Robert Frost
  3. Do Not Go Gentle Into That Good Night, Dylan Thomas
  4. Dreams, Langston Hughes
  5. I Know Why The Caged Bird Sings, Maya Angelou
  6. Annabel Lee, Edgar Allan Poe
  7. If You Forget Me, Pablo Neruda
  8. Alone, Edgar Allan Poe
  9. A Dream Within A Dream, Edgar Allan Poe
  10. Stopping by Woods on a Snowy Evening, Robert Frost

Poem of the Day

poet Dante Gabriel Rossetti

Your hands lie open in the long fresh grass, --
The finger-points look through like rosy blooms:
Your eyes smile peace. The pasture gleams and glooms
...... Read complete »

   

New Poems

  1. Tagore Song (#11) Who is this piano pla.., Tushar Ray
  2. THOUGHT-LIFE (Quatrains), Cynthia BuhainBaello
  3. Music, Life's Soundtrack (Quatrains), Cynthia BuhainBaello
  4. Love Note 16, Michael P. McParland
  5. Change, David Lessard
  6. ENVY DEFINED, Cynthia BuhainBaello
  7. Oh My Dear, Michael P. McParland
  8. The actor and the witness, Rm.Shanmugam Chettiar.
  9. Possessive of God, Rm.Shanmugam Chettiar.
  10. The forbidden ritual, Mark Heathcote
[Hata Bildir]