Adenium Halliwell

(March 05,1985 / Jakarta)

Sarkasme untuk Cinta (Indonesian)


'Kehidupan adalah perwujudan cinta, ' kata mereka.
'Kita terbuat dari cinta, ' kata mereka.
'Cinta akan membuat kita bahagia, ' kata mereka.
'Manusia membutuhkan cinta, ' kata mereka.

Ah... kalau begitu mengapa begitu banyak air mata tumpah karena cinta?
Mengapa begitu banyak jiwa-jiwa yang tersakiti oleh cinta?
Kalau memang cinta sedekat dan senyata kepalan tangan,
mengapa manusia lebih sering mewujudkannya dalam angan?

Benarkah cinta telah bersemayam di hati dan jiwamu?
Lalu mengapa kau masih merindukan sosoknya dalam lagu?
Benarkah cinta telah membuatmu hidup bahagia?
Lalu mengapa kau masih mencari-cari arti kata sempurna?
Benarkah kau mampu mencintai dalam keberanian?
Lalu mengapa kau membentengi hatimu dalam ketakutan?
Benarkah cintamu memiliki loyalitas dan kesetiaan?
Lalu mengapa matamu masih terjaga dalam keraguan?
Benarkah cintamu tulus tanpa paksaan dan kekangan?
Lalu mengapa kau masih mencengkeram lengannya, enggan melepaskan?

Telah banyak kusaksikan dalam diamku,
kisah-kisah manusia yang kerap berakhir pilu.
Menjadi korban definisi logis dan pemikiran yang dipaksakan,
menuntut mereka mengikuti aturan dan membuang perasaan.
Cinta segitiga, perselingkuhan, kekerasan,
cinta terlarang, poligami, perbedaan keyakinan,
ego, nafsu, perbedaan kasta dan derajat,
homoseksual, biseksual, perbedaan adat.

Manusia benar-benar memuakkan!
Tak bisakah lagi mereka mencinta dengan sederhana? !
Tanpa definisi, tanpa hukum, tanpa penghakiman,
tanpa intrik, tanpa paksaan, tanpa kekangan? !

Kenapa manusia menjadi seperti ini?
Dulu kehidupan mencintai dengan nurani...
Sebab mereka tahu cinta adalah hadiah dari Tuhan,
Namun kini anugerah itu disalahgunakan.

Beritahu aku, siapa yang menguasai hati para manusia?
Siapa yang mampu mengisi kekosongan hatimu dengan cinta?
Lalu mengapa kau berani menentang apa yang telah digariskan,
dan menempatkan penghakimanmu di atas jalan yang telah ditakdirkan?

Tahukah kalian mengapa cinta begitu abstrak dan transparan?
Tahukah kalian mengapa cinta hanya dapat dilihat oleh mereka yang terpejam dalam kerendahan?
Sebab cinta bukan untuk dipikirkan atau dimanipulasi dalam kerumitan,
namun untuk dirasakan dan diselami dalam kesederhanaan.

Untukmu yang masih hidup atas nama cinta, teruslah berjalan..
Para Cinderella, Shakespeare, Jane Austin, Rumi, dan Kahlil Gibran..
Aku akan berhenti di sini... Aku sudah lelah merasakan tangisan dan penderitaan..
Dan akupun... akan belajar untuk berhenti mempedulikan kedangkalan penghakiman.

[Jakarta,10 Desember 2011]

Submitted: Monday, March 11, 2013

Do you like this poem?
0 person liked.
0 person did not like.

What do you think this poem is about?



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?

Comments about this poem (Sarkasme untuk Cinta (Indonesian) by Adenium Halliwell )

Enter the verification code :

There is no comment submitted by members..

PoemHunter.com Updates

Poem of the Day

poet Edgar Allan Poe

"Seldom we find," says Solomon Don Dunce,
"Half an idea in the profoundest sonnet.
Through all the flimsy things we see at once
...... Read complete »

   

Member Poem

poet Carey York

Trending Poems

  1. The Road Not Taken, Robert Frost
  2. And Death Shall Have No Dominion, Dylan Thomas
  3. Do Not Go Gentle Into That Good Night, Dylan Thomas
  4. Daffodils, William Wordsworth
  5. If You Forget Me, Pablo Neruda
  6. Fire and Ice, Robert Frost
  7. All the World's a Stage, William Shakespeare
  8. Dreams, Langston Hughes
  9. A Dream Within A Dream, Edgar Allan Poe
  10. Ozymandias, Percy Bysshe Shelley

Trending Poets

[Hata Bildir]