Fitrah Anugrah

Rookie (OCTOBER,28.1974 / SURABAYA)

Fitrah Anugrah Poems

1. Perjalanan Kereta 4/20/2008
2. Perjalanan Ini 4/20/2008
3. Sore Di Warung Pojok 4/20/2008
4. Ayat-Ayat Mawar 4/20/2008
5. Ikan 4/20/2008
6. Bulan Tetutup Awan 4/20/2008
7. Pengharapan 5/3/2008
8. Pulang 8/24/2008
9. Taman Surapati 8/24/2008
10. Senja Di Sepanjang Jalan Cikini 8/24/2008
11. Kuntilanak 8/24/2008
12. Episode Kelaparan 9/14/2008
13. Kesendirian 10/4/2008
14. Ketakutan 10/11/2008
15. Ciumanmu Yan Kutunggu 10/24/2008
16. Terminal Leuwi Panjang 11/2/2008
17. Sepi 11/4/2008
18. Bulan Kawin 11/16/2008
19. Bulan Kawin 2 11/18/2008
20. Bandung,24-11-2008 11/30/2008
21. Warung Kopi Depan Pabrik Suzuki 12/5/2008
22. Sejak Ku Mengenal Mu 12/14/2008
23. My Father 12/18/2008
24. Morning, Night, N Eyes 1/23/2009
25. The Cemetry 2/3/2009
26. Kuli 2/9/2009
27. Semayang 2/13/2009
28. Sepinggan 2/13/2009
29. Harmoni 2/15/2009
30. Melepasmu 2/20/2009
31. Seperti Ular 2/21/2009
32. In Zoom 2/26/2009
33. Motel 3/2/2009
34. Taman Ganeca 3/2/2009
35. Sang Pemain 3/5/2009
36. Because Sinta It's Not U 3/9/2009
37. Bandung Story: 2 Poem 3/11/2009
38. Deadly Poem 3/13/2009
39. Kali Malang 3/20/2009
40. Nurcahyani 3/21/2009
Best Poem of Fitrah Anugrah

Chicken

Ayam

bila tangan kami terpotong, potongannya akan mencakar-cakar aspal jalan
mencari sisa biji-biji uang dalam tanah semakin kering.
dan mata kami lepas, keluar dari wadah lalu menggelinding
menuju kilau uang yang tersembunyi. terbenam dalam gelap.
tubuh kami bungkuk, terbungkuk karena sakit menahan berat tuntutan
injak punggung. kami harus berhormat pada panas matahari.
namun rambut kau jambak hingga leher serasa akan putus.
mulut kami terjepit jawabmu. hanya bisa cuap-cuap tanpa bisa
beri alasan kenapa kami harus menerima pagi lalu bertebaran
ikuti ...

Read the full of Chicken

Ikan

IKAN

Masih kurasa bekas-bekas ciumanmu
merasa manis, getarkan sukma dan jiwa hanyut
ikuti aliran kemauanmu. kau ajak aku ke pantaimu
Kata-katamu tawarkan keindahan. lebur aku dalam dekapmu
begitu jauh terbawa pada jalanmu. aku terpenjara dalam rumahmu
a ini sudah tak berarti.
seperti ikan menggelepar tertangkap nelayan

[Hata Bildir]