Shemsi Elsani

Rookie - 396 Points (malaysia)

Hukumnya - Poem by Shemsi Elsani

Lupakah kita dari mana asal-usul?
Lalu dengan angkuhnya mempertikai?
Tidakkah kita telah berikrar pada kalimah nan satu?
'Tiada Tuhan selainNya'
Maka kenapakah kita begitu lantang?
Mempersoalkan pada hak-hakNya?
Sedangkan kita tahu kita hanya hamba
Apakah kita telah lupa?
Kita ini hamba, hidup mati, malah segala-galanya atas rahmat dan rahimNya
Apakah susah benar untuk kita memahaminya?
Siapakah kita untuk mempertikai hukumNya?

Sebesar mana pangkat, setinggi mana kedudukan, sebanyak mana harta, sepintar mana pemikiran
Tetap kita ini hambaNya
Tetap kita ini berdiri di atas bumiNya
Tetap kita ini bukan apa-apa, bukan siapa-siapa tanpa kasih dan sayangNya
Apakah kita lupa?
Atau terlalu ego untuk tunduk dan akur?
Atau kita fikir kita ini lebih berkuasa, lebih berhak menentukan hukum-hukum alam ini?
Tunduk dan akurlah kerana Dialah sebaik-baik perancang
Jangan letakan diri terhina dineraka bila tiba saatnya nanti

Topic(s) of this poem: soul


Comments about Hukumnya by Shemsi Elsani

There is no comment submitted by members..



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags


Poem Submitted: Saturday, March 21, 2015

Poem Edited: Saturday, March 21, 2015


[Report Error]