Pantai yang dipukul ombak ialah aku
Jiwa yang terus dibelasah rasa gelisah
Penyeksaan yang tidak pernah terhenti
Menyebabkan parutku terus berdarah
Mentari yang dikepung awan ialah aku
Hari yang mendung tidak menyinar
Dinginnya cuaca seperti dinginnya hati
Di kala hujan, turunlah dengan lebatnya
Sepi dan luasnya gurun ialah aku
Hidupku dan hatiku bila dia pergi
Tinggallah kenangan seperti jejak di pasir
Mengikut langkahnya ke mana dia pergi
Gunung yang tinggi ialah aku
Harapan melonggok untuk menemuinya
Andainya dia pula bintang di langit
Pasti akanku daki setinggi angkasa
2017
This poem has not been translated into any other language yet.
I would like to translate this poem