Ketika semua ratapan, kesedihan dan pembungkaman hadir tepat di antara kebebasan.
Aku memaksa dikau meratap dan tatap wajah sendu biarkaan lelap dalam dekap.
Jika semua kasih hilang pada sayang juga bayang,
Kekerasan, intimidasi, pemerkosa, monopoli juga rakus di berangus.
Kaki, kepala, tangan dan wajah
Menipu gerak gerik langkah tak berkutik.
Jika Bayang membayangi, gelap membungkam, pekat seksi, intim dan menelanjangi.
Tak ada tempat, solusi, cinta.
ini hanya kaya rekayasa mata tak berkaca.
Siapa?
Dimana?
Mengapa?
Untuk apa kata, jika putus tak beratap.
Terka, Murka Mereka menerka pupus tak berparas,
Jika Simbolan, semboyan sempoyongan terhuyung, janji tak berujung,
Kepala, mata, hati tak bertuai
Gigi bangkai berlubanng dosa
Siapa?
Joya
Sabtu 21 Juni 2025
00: 38 pangkuan bayang
This poem has not been translated into any other language yet.
I would like to translate this poem