Sarjana Poem by cigarettoz community

Sarjana

Cahaya yang terbit di ufuk timur,
Bermain dengan embun pukul enam, menggigil, ngantuk dan laen-laeen
Bersimpuh dibangku penyeragaman pikiran-pikiran
Tergopoh-gopoh dirimu, menjinjing segenggam senyum orang tuamu
Didalam apeknya tas yang tak pernah kau cuci, apalagi baru……
Pula Deretan keinginan yang terbit sebelum fajar menunjukkanmu pada dunia,
Pada kemanusiaan, pada keadilan, pada tanggung jawab, pada kebermaknaan dan pada pada-Nya
Cahaya yang terbit diufuk timur,
Masyuk Berceloteh dengan suara burung
Yang mengajarkanmu tentang keindahan cinta, sebentuk hidup itu, ,
Tentang kearifan dari segala kearifan, tentang kesombongan para bijaksana,

bahkan tentang kematian kesadaran,
Tentang kebohongan, tentang keculasan, tentang kegilaan orang-orang waras
Tentang segala-galanya, sampai dirimu tak mengerti apa-apa
Sampai dirimu memahami bahwa siang yang panas itu berhak untuk menjadi dingin
Sampai dirimu menyadari kehadiranmu, existensimu, kepergianmu adalah fatamorgana
Ingatlah bahwa Kita tidak sedang hidup, melainkan hanya memainkan scenario drama
Kita hanya diperkenankan melakukan improvisasi dari peran-peran kita…………………

O, cahaya yang terbit dari ufuk timur
Lihatlah waktu harus menyelesaikan waktumu
Dan kau harus bergegas pergi, pergi, pergi dan pergi, ,
Kemana aku sendiri tidak tahu
Sampai mana aku sendiri tidak tahu

Dengan siapa aku sendiri tidak tahu
Untuk siapa aku juga tidak tahu
Dengan apa aku juga apalagi tidak tahu
Yang aku tahu, aku harus menghadapi kegelapan dari segala kegelapan
Serangkaian Tipuan lampu-lampu malam, , , , , , itu saja
Cahaya yang terbit di ufuk timur,
Aku tidak mengerti apa-apa, tidak memahami apa-apa, tidak menyadari apa-apa
Aku hanya seonggok daging yang diberi batas gelar, dan sanjungan akademis
Tidak lebih dari itu, tidak lebih dari itu
Orang-orang didalam gedung itu hanya menyulapku menjadi sore,
menghdirkan mitos-mitos tentang kehormatan
Sedangkan aku sendiri tidak pernah mengerti tentang waktu,
Mereka hanya menyulapku, menyulapku, menyulapku dan menyulapku……..

COMMENTS OF THE POEM
READ THIS POEM IN OTHER LANGUAGES

Phenomenal Woman

Close
Error Success