Di Museum Fatahillah
Meneer coen berkumis cemeti bersedih hati, lihat pribumi berlari-lari bagai kuda arab menarik peti ke sunda kelapa. Fatahilah bersurcn wali berdiri menantangnya lalu pedang menyibak rambut perak meneer. Bergugur badai utara, serdadu bergelimpang di bandar ikan. Pribumi beramai-ramai masukan mereka dalam peti. Di gelap belukar kota akan ada upacara bakar sate.Dagingnya adalah daging serdadu yg penuh daging babi jarahan.
...
Read full text