Kau datang terlalu cepat
Bagai kerlipan lentik mata si jelita.
Kau sungguh terlalu cepat
Apakah aku bisa memeluk seribu bulan penuh pesona itu.
Apakah aku sudah mendapat cintamu
Aku rela lapar
Aku rela dahaga
Aku rela terjaga dipenghujung malam
Apakah aku sudah mendapat cintamu.
Aku remukan hatiku
Aku patahkan pandanganku
Aku ketupkan mata binarku
Ku hempaskan egoku
Apakah aku sudah mendapat cintamu.
Jika deritaku tak mampu mengantarkan pada cinta kasihmu.
Tolong kasih tau aku
Dengan cara apalagi aku menggapai cinta kasih-Mu.
Aku ingin merengkuh kasihmu.
di penghujung harap
yang hampir lenyap
Tanpa ratap.
This poem has not been translated into any other language yet.
I would like to translate this poem