Untuk kita yang samar,
Masih diambang keraguan
Masih diterpa kebingungan
Jiwa yang bisu,
Berlari bersamaku di
Kisah andalan
Milikkau dan aku, yang tersesat di
Kisah kita sendiri
Hai, kita serupa remang-remang
Sebentar terang, dilanjut mati
Di langit gelap buta arah tujuan
Tiada menyaingi realita
Kita diperbudak pikiran sendiri,
Imajinasi perasaan yang tuannya
Tak sedikit pun mengerti
Sampai kapan jiwanya sanggup untuk bicara?
Padahal sekedar menghibur hati nurani
Setidaknya, berhasil menjadikan diri
Sependapat dengan hati
This poem has not been translated into any other language yet.
I would like to translate this poem