Lelaki Itu Bernama Poem by Sari Mavi

Lelaki Itu Bernama

Orang tuanya memahami siapa 'Muhammad' itu, karena
Takjub dengan pribadinya
Terpesona dengan keteguhan imannya

Lalu menjadikan nama
Muhammad sebagai bagian dari
nama anak lelaki yang disayangi
dengan diiringi doa dan seribu
harapan sang anak meniru
perilaku dan pribadi junjungan
kaum Islam yang sebenarnya

Waktu berlalu; bayi lelaki mungil
itu tumbuh dan dewasa
Dengan segala kelebihan dan
kekurangan yang dimiliki
Dia ingin menunjukkan baktinya
kepada Orangtua, Negara dan
Agama

Tak ada yang protes ketika
mengangkat dirinya sejajar
dengan Habib
Karena kebodohan pengikutnya
dan lingkungannya, kala itu

Perkataannya bagaikan Sabda Bumi
Bagaikan Firman Allah yang
dicipta oleh mulutnya sedemikian rupa
Mampu membius para pemuda
yang dilegitimisasi oleh negara

Kemegahan mulai merasuk diri
Ketika memaksa orang-orang
menandatangani secarik kertas
Yang berisi keinginan menjadi
Imam Besar di Negeri ini

Lelaki itu memiliki nama yang
bagus: Muhammad Rizieq Shihab
Dia katakan Islam perlu dibela
dari orang-orang yang bodoh
Ternyata orang-orang bodoh itu
justru menertawakannya: 'Sejak
kapan Islam butuh pembelaan? '

Mungkin kecintaannya terhadap
agamanya hanya sekedar pencitraan belaka
Sejauh ada pundi-pundi emas
mampu menyesakki kantong jubahnya

Lelaki itu memiliki nama yang
bagus: Muhammad Rizieq Shihab
Perilakunya, sepak terjangnya,
aktifitasnya bernuansa agamis
Namun bikin miris

Sebagian dari jejak Muhammad
diikuti, melainkan hanya sebagian
kecil saja

COMMENTS OF THE POEM
READ THIS POEM IN OTHER LANGUAGES
Close
Error Success