Aku tak benar benar mengenalinya,
Cukup sekadar nama dan umurnya,
Begitu juga dia,
Dia dan aku banyak berbual kosong,
menceritakan tentang diri masing masing
yang tidak begitu details.
Namun, walau hanya sekadar kenal
begitu sahaja,
Aku sudah mulai jatuh cinta padanya,
Dia bagaikan pelangi semasa itu,
Menyembuhkan luka yang pernah aku rasa
sebelumya.
Namun, aku tidak terfikir tentang statusnya
dan egois serta kejam dengan hati aku,
Menganggap dia bukan milik siapa pun.
Lalu, tak lama kemudian, kebenaran
terungkap,
yang sebenarnya, dia sudah berpunya.
Aku sekali lagi patah hati oleh hal
hal yang begini,
Sekali lagi, aku kira akan ada seseorang
yang bakal jadi rumah tetap bagiku,
walhal, cuma sewaan.
Sesiapa pun engkau, wahai seseorang
yang aku kira rumah selama ini,
terima kasih, kerna pernah buat aku nyaman,
selesa dan terasa seperti rama rama hinggap
di hati.
Juga, sesiapa pun pemilik gerangan
jejaka yang kucinta ini,
Aku tahu, kau akan menjaganya baik baik.
Aku yang baru mengenalinya, silap mengira
dia bukan siap siapa.
Aku satu2nya yg memberi reaksi tuk Syairmu nan berkesan dan nan terindah, terasa sangat dlm hatiku.5 Stars full on Top for your delectable poem about your lost love, dear Poetess
It's a poem. I don't seem to understand why this happens to so many of us girls...sigh. Beautiful words, thank you for sharing : )
5 Stars for this gorgeous poem, Gadis Pemimpi.I a proud of your presence on Poem Hunter Poem Site
I am truly very impressed by this poem about love in the Indonesian language, my dear language from my Tanah Airku
It happens so oftentimes, since we as girls are attracted to those who seemned caring, soft hearted and full of touching love. Experience is the best teacher, no?
Kuterpesona membaca Syair nan sangat berlesan ini. This gorgeous poem full mealncholy touched my inside heart! Thank you so much.
This poem has not been translated into any other language yet.
I would like to translate this poem
I miss your other poem, do not forget to click on the two last spots