Adenium Halliwell

Rookie (March 05,1985 / Jakarta)

Epilog (Indonesian)


Kau tahu?
Masih ada banyak hal yang selama ini tak kusampaikan
Meskipun seringkali aku banyak berbicara di tulisan
Atau terdiam di hadapanmu karena terlena melukiskan

Aku membisu bukan karena tak ingin berbagi
Namun karena hanya akulah yang mampu menangani
Analisa, empati, semua hal yang tak pernah luput dari sepi
Aku memahami mereka dan belajar mengerti

Keraguan, kecurigaan, senyum-senyum jebakan,
konspirasi, rasa penasaran, semuanya terlihat transparan
Namun membaginya kepadamu adalah pilihan terberatku
Karena kutahu memahami semua itu bukanlah caramu

Aku pun memiliki ketakutanku sendiri
Namun aku telah terbiasa dengan intrik dan ilusi
Mereka tak ubahnya seperti kepalsuan mimpi
Yang juga mampu kurangkai dan kumanipulasi

Aku telah belajar mempercayaimu dalam keraguan
Meskipun berkali-kali tubuhku terbakar dalam pertaruhan
Terus kupaksakan hingga hatiku menghitam dalam kegalauan
Menelan ejekan mereka yang buta namun penuh penghakiman

Tapi lihatlah apa yang terjadi sekarang..
Saat aku memberitahumu kita sedang berjalan di sisi jurang
Aku memberanikan diri membagi ketakutanku di belakang layar
Dan kau berlari menjauh, menunggu namamu memudar

Apa gunanya semua perjalanan ini..?
Jika kita tidak dapat bekerjasama dan berkompromi..?
Apakah kau ragu kalau aku tidak akan mampu memahami..?
Atau apakah kau takut kalau aku akan menghakimi..?

Aku mengerti...
Kau tidak ingin terlihat lemah dan kecil di hadapanku
Memberitahuku rahasiamu akan selalu menjadi keraguanmu
Dan tak ada yang bisa kulakukan untuk meyakinkanmu

Jadi hanya epilog ini yang bisa kukatakan,
jika kau memutuskan untuk menutup tirai pertunjukkan:
'Meskipun tanpa bukti ataupun ungkapan,
sebenarnya aku tahu rasamu tulus dan bukan sekedar kasihan.
Terima kasih untuk semua senyum dan tawamu,
Aku mencintaimu dalam keagungan dan kemanusiawianmu.'

Kau akan selalu menjadi rahasiaku
Dan tampaknya aku pun masih harus merahasiakan banyak hal darimu
Demi kebaikanmu..
Demi ketenangan hatimu..

[Jakarta,30 Oktober 2011]

Submitted: Monday, March 11, 2013

Do you like this poem?
0 person liked.
0 person did not like.

Form:


Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?

Comments about this poem (Epilog (Indonesian) by Adenium Halliwell )

There is no comment submitted by members..

Famous Poems

  1. Phenomenal Woman
    Maya Angelou
  2. Still I Rise
    Maya Angelou
  3. The Road Not Taken
    Robert Frost
  4. If You Forget Me
    Pablo Neruda
  5. Dreams
    Langston Hughes
  6. Annabel Lee
    Edgar Allan Poe
  7. I Know Why The Caged Bird Sings
    Maya Angelou
  8. If
    Rudyard Kipling
  9. Stopping by Woods on a Snowy Evening
    Robert Frost
  10. A Dream Within A Dream
    Edgar Allan Poe
Trending Poets
Trending Poems
  1. If You Forget Me, Pablo Neruda
  2. Still I Rise, Maya Angelou
  3. Phenomenal Woman, Maya Angelou
  4. The Road Not Taken, Robert Frost
  5. I Know Why The Caged Bird Sings, Maya Angelou
  6. If, Rudyard Kipling
  7. Self-pity, David Herbert Lawrence
  8. Dreams, Langston Hughes
  9. Fire and Ice, Robert Frost
  10. Daffodils, William Wordsworth
[Hata Bildir]