Adenium Halliwell (March 05,1985 / Jakarta)
Untuk Sang Pejuang (Indonesian)
Entah sudah berapa banyak kejatuhan yang kusaksikan,
Datang bersama bayang-bayang kelam kegelapan,
Menghantuimu, menelan semangatmu ke dalam mendung,
Menghianatimu hingga kau tak mampu lagi bersenandung.
Namun sebanyak itu juga kusaksikan kebangkitanmu,
Meski ratusan kali retakan kasar bumi menghempaskanmu,
Maka ratusan satu kali kau akan bangkit dengan tegar,
Kembali berjalan hingga kegelapan itu seolah pudar.
Ah, tapi realita memang memuakkan!
Masih juga harus kau terima penghianatan,
Terangnya siang ternyata hanya penipuan,
Hangatnya malam ternyata hanya ujian.
Akupun tak mengerti,
Mengapa semuanya jadi begini.
Namun aku tak bisa masuk ke dalam duniamu,
Dan aku benci keterbatasanku dalam mendukungmu.
Keluhmu kupikirkan,
Sakitmu kurasakan,
Hingga seolah aku ikut tertelan,
Namun tak ada yang bisa kulakukan.
Jangan menyerah! Jangan menyerah sekarang, pejuangku!
Sekali lagi saja, angkat pedang dan perisaimu,
Tunjukkan pada dunia kalau kau tetap tak tertaklukkan,
Walau jalanmu sepi dan kau berjuang sendirian.
Jangan menyerah... Jangan menyerah sekarang...
Karena pada akhirnya kau pasti akan menang.
Comments about this poem (Untuk Sang Pejuang (Indonesian) by Adenium Halliwell )
PoemHunter.com Updates
-
HIV Vaccine Awareness Day
observed annually on May 18
-
International Museum Day
memory + creativity = social change
-
Happy Birthday Omar Khayyam!
(1048-1131) Persian mathematician, poet, and philosopher
-
Happy Birthday Friedrich Rückert!
(1788-1866) German poet, translator, and professor of Oriental languages.
Top 500 Poems
-
Phenomenal Woman
Maya Angelou
-
The Road Not Taken
Robert Frost
-
Still I Rise
Maya Angelou
-
If You Forget Me
Pablo Neruda
-
Dreams
Langston Hughes
-
Annabel Lee
Edgar Allan Poe
-
If
Rudyard Kipling
-
Stopping by Woods on a Snowy Evening
Robert Frost
-
A Dream Within A Dream
Edgar Allan Poe
-
I Know Why The Caged Bird Sings
Maya Angelou

Poet's Notes about The Poem
-
[Jakarta,9 November 2012]