(March 05,1985 / Jakarta)

What do you think this poem is about?

Untuk Sang Pejuang (Indonesian)

Entah sudah berapa banyak kejatuhan yang kusaksikan,
Datang bersama bayang-bayang kelam kegelapan,
Menghantuimu, menelan semangatmu ke dalam mendung,
Menghianatimu hingga kau tak mampu lagi bersenandung.

Namun sebanyak itu juga kusaksikan kebangkitanmu,
Meski ratusan kali retakan kasar bumi menghempaskanmu,
Maka ratusan satu kali kau akan bangkit dengan tegar,
Kembali berjalan hingga kegelapan itu seolah pudar.

Ah, tapi realita memang memuakkan!
Masih juga harus kau terima penghianatan,
Terangnya siang ternyata hanya penipuan,
Hangatnya malam ternyata hanya ujian.

Akupun tak mengerti,
Mengapa semuanya jadi begini.
Namun aku tak bisa masuk ke dalam duniamu,
Dan aku benci keterbatasanku dalam mendukungmu.

Keluhmu kupikirkan,
Sakitmu kurasakan,
Hingga seolah aku ikut tertelan,
Namun tak ada yang bisa kulakukan.

Jangan menyerah! Jangan menyerah sekarang, pejuangku!
Sekali lagi saja, angkat pedang dan perisaimu,
Tunjukkan pada dunia kalau kau tetap tak tertaklukkan,
Walau jalanmu sepi dan kau berjuang sendirian.

Jangan menyerah... Jangan menyerah sekarang...
Karena pada akhirnya kau pasti akan menang.

Submitted: Monday, March 11, 2013
Edited: Monday, March 11, 2013


Poet's Notes about The Poem

Ayoo, jangan pernah menyerah ya, Mas.: *

-



[Jakarta,9 November 2012]

Comments about this poem (Untuk Sang Pejuang (Indonesian) by Adenium Halliwell )

Enter the verification code :

There is no comment submitted by members..

PoemHunter.com Updates

Top 500 Poems

  1. Phenomenal Woman
    Maya Angelou
  2. The Road Not Taken
    Robert Frost
  3. Still I Rise
    Maya Angelou
  4. If You Forget Me
    Pablo Neruda
  5. Dreams
    Langston Hughes
  6. Annabel Lee
    Edgar Allan Poe
  7. If
    Rudyard Kipling
  8. Stopping by Woods on a Snowy Evening
    Robert Frost
  9. A Dream Within A Dream
    Edgar Allan Poe
  10. I Know Why The Caged Bird Sings
    Maya Angelou
[Hata Bildir]