Penyesalan Poem by Sari Mavi

Penyesalan

Rating: 5.0

Duhai diriku

Tak ada waktu yang tepat kapan harus memulai perbaiki diri,
Kemarin - Tak kan pernah kembali,
Hari ini - Tak ada yang menjamin aku masih melihat indahnya dunia.

Hari demi hari, semenjak kemudaan menandaiku, aku selalu memendam keinginan: memperbaiki kesalahan mengharapkan ampunan, hingga
usia menjelang menua, sedangkan aku masih tertahan di dunia, tapi
aku selalu menunda sampai habis usia tak ada lagi yang bisa aku tunaikan.

Ketika jiwa sudah dicabut dari raga, yang tersisa hanya penyesalan.
Meratap sendirian, terbungkus kafan, di antara gelap dan dinginnya
tanah kuburan yang menghimpit gerak dan menelan jerit ketakutan..

Tuesday, November 24, 2020
Topic(s) of this poem: death
COMMENTS OF THE POEM
Kumarmani Mahakul 24 November 2020

Meratap sendirian, terbungkus kafan, di antara gelap dan dinginnya...This poem is very brilliantly penned. An amazing sharing is done really!

0 0 Reply
READ THIS POEM IN OTHER LANGUAGES
Close
Error Success