Aku adalah lelaki kurus hasrat
Kugantungkan asaku lewat rumput-rumput terjal
Aku juga adalah lelaki yang terbungkus kaleng berkarat
Kukais kehidupan yang binal
Terkadang aku bosan dengan realitas
Fenomena hijau dalam keabsolutan dan bangunan wajah-wajah kehampaan
Norma yang bermain lewat hasrat yang tertindas
Sirna ditelan bumi yang ditampilkan lewat kesombongan
Bintang jalang yang selalu berpenampilan elegan - buas
Matahari kemilau yang tertelungkup dalam kebisuan
Bulan yang sadar dengan perselingkuhan - bias
Aku mengamini itu semua sebagai suatu refleksi keindahan yang terisolir
Alam yang menyuguhkan kehidupan setara melalui darah yang mengalir
Refleksi malam dalam aku termanggu di ruang kostku yang sesak dengan kehampaan. Mau kemana arah langkahku?
Jum'at Malam 01 May 2003.1.43 Pagi
This poem has not been translated into any other language yet.
I would like to translate this poem