Keindahan yang datang secara seporadis
Setiap derap syair yang tekantup sadis
Kepulan asap kemenangan terrefleksi sendu
Distorsi temaram yang terobsesi laksana cawan candu
Secuil kertas pelipur lara, - terbahak-bahak bergairah
Kaca jendela kerap berubah menjadi emas darah
Pergunjingan di teras luas - parah
Begundal malam bertemankan secarik pena kusam
Seorang lelaki kelang beraromakan garam - tersingkap keram
Tulisan-tulisan yang menari seiring dengan perputaran malam
Gadis yang terkulai manja bagai langit temaram
Sebuah impian tentang keindahan absolut yang terampas oleh hasrat kelabu
Terngiang-ngiang oleh gadis berparas ayu yang dibungkus busana merah jambu
Lelaki malang saat ini cuma bisa pasrah dengan dentuman waktu yang malas berdetak, Dan siapakah gadis itu….?
Jakarta 12 Mei 2001
This poem has not been translated into any other language yet.
I would like to translate this poem