Sungai Yang Tertikam (Indonesian Version From Translated Poem Entitled 'the Pierced River') Poem by Ayatullah Nurjati

Sungai Yang Tertikam (Indonesian Version From Translated Poem Entitled 'the Pierced River')

Rating: 5.0

Gemercik air seakan sarat dengan cinta, - katanya
Sebuah kail menopang malam yang kelam
Ikan tersedak oleh umpan-umpan dedaunan
Pagi berbisik dengan riang gemilang
Cacing tertikam oleh perahu terkembang
Sungai yang merah kelam berubah menjadi hitam legam
Konstruksi dan pagar memadukan konsepsi alam
Sabun, deterjen dan oli pekat menjadi sahabat ikan sapu-sapu
Ikan sapu-sapu yang tak pernah luluh lantah dengan pekerjaan
Getek bisu seakan-akan menjadi saksi kehancuran ini
Lumpur menangis karena diperkosa
Udang-udang menjadi lurus-kurus
Batu kali, semen, pasir dan beton seakan menjadi raja yang diktatoris
Seringkali air menjadi pragmatis-oportunis
Hanyalah kotoran manusia yang menjadi makanan, - sahabat ikan
Sawah-sawah ditumbuhi oleh bunga tulip kelabu
Tikus dermawan membawakan lagu kematian
Dan tumbuhan enggan menghasilkan buah kuldi

Slipi.3 September 2021 Jam 9.25 malam

Sungai Yang Tertikam
(Indonesian Version From Translated Poem Entitled 'the Pierced River')
POET'S NOTES ABOUT THE POEM
Alamku telah diekplorasi besar-besaran termasuk sungai dan laut di dalamnya. Aku merasa sedih mengapa hal itu terjadi di alamku seraya berdoa kapan alamku kembali lestari?
COMMENTS OF THE POEM
READ THIS POEM IN OTHER LANGUAGES
Close
Error Success