Cintaku Hanya Untukmu...
memujamu
sayangku,
dari waktu ke waktu
didalam kepala penyairku,
kubersaksi lagi,
kumasih kekasihmu,
bukan hanya istri,
yang melekat dengan penuh kasih sayang,
kumembuat makanan lezat untukmu sayang,
sebagai kekasihmu
mengapa dikau menjaga jarak
yang sangat jauh itu?
Apakah itu karena peraturan Corona?
Untuk mentaati ketat peraturan Organisasi Kesehatan Dunia, sangat prihatin,
itu adalah tujuan kami,
sejak zaman dahulu,
di era yang lama lampau,
seperti permata indah yang berkilau,
kita tetap bersama,
sebagai hiburan hidup dikau
dan cinta sejati dikau
dan gairah hidup Untuk kehidupan
aku cinta setia padamu, sayang
kumelekat terus-menerus
dalam insanmu,
saya menekuk lutut saya
untuk mentuturkan doa ini
Tolong jangan lupakan saya
dalam masa korona ini
sementara lonceng gereja berdentang
kekasihku tercinta
suamiku yang setia
niat kekasihmu
dalam dimensi baru ini
sebagai bon vivant
dan sebagai cinta sejatimu,
istrimu yang setia dalam setiap masa
tidak ada perselisihan
dalam Himpunan Kesehatan Dunia.
aturan dalam pandemi korona
dengan bantuan Tuhan,
saya harap saya tidak memiliki kekurangan yang banyak,
setidaknya
saya tinggal didalam
lingkungan Tuhan yang erat,
pun dalam keberadaanmu besar
seumur hidupku,
selama aku bernafas,
dekat perapian rumah kami yang nyaman,
awal terbaik yang menghangatkan hati pagi ini
jauh di dalam keberadaan jiwaku
se-dalam2nya dengan mencintaimu,
spesialisku tersayang,
seperti hidup itu sendiri
selama-lamanya
dalam hierarki
dengan berkat Tuhan
selama aku bernafas
dekat perapian rumah kami yang nyaman
kuberharap cintaku, dengan perhatian penuh
hatiku,
awal hari dikau,
terus-menerus dalam Kebahagiaan Tuhan,
karena Dialah saksiku,
Amin.
© Sylvia Frances Chan - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Sabtu pagi yang indah
Anno Domini 27 Juni 2020
Due to existence of Corona he maintains the distance. The poet's head is again testified and constantly the memory is clinging. God's love falls on life and breath of life is felt very well. Love for dearest specialist is reflected very well.. God is your witness and his bliss falls on you and your family very nicely! An excellent poem is beautifully penned...10 " selama aku bernafas dekat perapian rumah kami yang nyaman"