Lilin korona.... (orang yang sudah diperingatkan harus waspada!)
Ini bukan puisi prosa atau dorongan puitis
sebuah cerita pendek tentang sebuah gereja yang mulai menjual lilin untuk melindungi kita dari virus korona.
Hari ini, sejak Mei lalu, anda dapat membeli lilin dari merek terbaru Corona,
Lilin korona,
Iya! Lilin Corona yang dinyalakan di gereja-gereja
memungkinkan meminta kinerja yang lebih baik
disektor bisnis dan kesehatan.
Lilin-lilin ini
laris selalu!
Nama Corona berasal dari
pelindung yang bernama Corona atau Korona atau juga Stephania,
sekarang mereka telah mempromosikan-nya sebagai santo pelindung virus korona
dan penjualan lilinnya laris manis.
Negeri Belanda tidak lagi sangat Kristen saat ini,
atau sebagian penyembah berhala....?
Almarhum Corona yang hidup pada tahun 160-177.
Kebodohan!
Perdagangan hanya untuk mendapatkan keuntungan
dan itu dari sebuah gereja di provinsi Limburg!
Orang-orang yang membeli lilin Corona ini
percaya lilin ini akan melindungi mereka dari virus korona.
Yang terbaik ialah kita tetap taat
pada peraturan
yang kita telah terima dari World Health Organisation,
agar kita tidak membuang uang kita dengan membeli lilin korona yang dapat "melindungi" kita.
Bahwa negeri Belanda tidakbegitu religius lagi seperti beberapa puluhan tahun yang lalu,
bukan alasannya, tetapi untuk membeli lilin dari gereja ini di Limburg yang akan "melindungi" kita dari virus korona, kita harus gunakan kecerdasan kita yg sungguh2….
Terima kasih pada kalian yang sudah membaca cerita pendek ini,
© Sylvia Frances Chan - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Akhir pekan terakhir Juni 2020
This is not prose poetry or poetic encouragement but a short story about a Church. To protect us prom Corona Virus, the church has started selling candles. Corona brand and Corona was candles are sold. This poem is very amazingly penned with much information. Thank you very much for sharing this poem with us...10