Andres Nazaruddin


Saat Cinta Mengetuk Pintu Hati - Poem by Andres Nazaruddin

saat Cinta datang dengan hormat mengetuk pintu hati
maka bukalah pintu hati lebar-lebar
biarkan Cinta membuat jendela-jendela
agar sepoi membelai buai menyejukkan tiap lekuk relung hati
saat Cinta datang mencongkel jendela tanpa setahu penjaga hati
jangan usik dia, karena dia akan mengganti jendela itu dengan jendela baru yang lebih indah mempesonakan
rasakan saja hadirnya agar dia bebas mengukir dinding-dinding hati
Saat Cinta merobohkan saka hatimu, juga biarkan
karena dia akan kembali datang dan membangunkan istana hati
dengan saka dari sarinya
Namun saat radar-radar hatimu tak lagi merasakan hadirnya
jangan biarkan, ...
tonjoklah ego yang telah membelenggu rasa dibalik jeruji denda
dan ceburkan diri dalam telaga keheningan
maka sesungguhnya kamu akan dapatkan merasakan hadirnya kembali dengan hati berpermadani


Comments about Saat Cinta Mengetuk Pintu Hati by Andres Nazaruddin

There is no comment submitted by members..



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?



Poem Submitted: Thursday, June 30, 2005



[Report Error]