Anindito Satya Wirawan


Tetapi - Poem by Anindito Satya Wirawan

Kepala kosong, namun pikiran meluap
Perasaan membeludak, tapi hati terkuras
Kenangan berhamburan, tapi keraguan menyisir
Situasi ini ambigu, tapi meresahkan dan menyenangkan sekaligus

Ia bukan mantan pecandu, tapi ia masih jadi pecandumu
Ia mantan pemanfaat, tapi ia tak pernah memanfaatkanmu
Ia gamang, tapi dia tenggelam dalam damai
Ia terinjeksi rasa haru, tapi dia merasa biru

Evolusi dan transformasi,
Berubah dan bergerak
Tak mampu membatu jadi fosil yang stagnan
Kepompong jadi kupu, ia jadi awan

Awan teduh bernada tenang, awan gelisah jadi hitam menggugah tetes air
Awan tak berkeyakinan dan menyedihkan
Tapi memiliki satu kebenaran mutlak, kamu
Tapi tetap terduduk penuh harap sembari mengamini segala doamu

Topic(s) of this poem: love


Comments about Tetapi by Anindito Satya Wirawan

There is no comment submitted by members..



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags


Poem Submitted: Sunday, March 8, 2015



[Report Error]